Hexakosioihexekontahexafobia Campur Slamming Brutal, Trap, dan Anime dalam Lagu “Binding Vow”

Skena musik ekstrem Indonesia kembali kedatangan eksperimen unik. Band slamming brutal death metal asal Jawa Timur, Hexakosioihexekontahexafobia, merilis single terbaru berjudul “Binding Vow” pada 8 Februari 2026.

Band yang sering disebut Hexa ini tidak hanya menghadirkan gempuran slamming brutal death metal, tetapi juga menyuntikkan elemen trap hip-hop dan referensi anime dalam komposisi mereka.

Hasilnya adalah kombinasi yang tidak biasa: brutal, gelap, tetapi juga atmosferik dan modern.

Terinspirasi Trap dan Anime

Lirik lagu “Binding Vow” ditulis oleh vokalis Faisal Aditya melalui pendekatan yang berbeda dari kebanyakan band death metal. Ia mengadopsi teknik rima konsonan yang banyak digunakan dalam hip-hop, terinspirasi dari duo rap gelap $uicideboy$.

Tema liriknya berkutat pada sisi gelap emosi manusia, depresi, hingga konflik batin.

Judul lagu ini juga diambil dari konsep dalam anime populer Jujutsu Kaisen, yaitu Binding Vow, sebuah kontrak spiritual yang dibuat untuk memperkuat kekuatan kutukan.

Visual Simbolik Bertema Kematian

Nuansa kelam lagu ini diperkuat lewat artwork yang digarap Sethis Artwork. Sampulnya menampilkan lima potongan tangan yang tertusuk tombak, masing-masing membentuk huruf D-E-A-T-H dalam bahasa isyarat Amerika.

Visual ini menjadi representasi dari tema kematian dan tekanan psikologis yang diangkat dalam lagu.

Slamming Brutal yang Lebih Segar

Secara musikal, Hexa tetap mempertahankan identitas slamming brutal death metal yang agresif.

Distorsi gitar Mahardika menghantam dengan intensitas tinggi, sementara permainan drum Edo Syahputra bergerak cepat dan konstan seperti piston mesin.

Namun di balik kekerasan tersebut, band ini juga memasukkan sampling anime dan nuansa trap, menciptakan warna baru dalam genre yang sering dianggap stagnan.

Side Project Musisi Metal Pasuruan–Malang

Hexakosioihexekontahexafobia adalah side project musisi metal dari Pasuruan dan Malang yang terbentuk sejak 2015.

Formasinya terdiri dari:

Faisal Aditya – vokal

Edo Syahputra – drum

Mahardika – gitar

Kesibukan dan jarak antar kota membuat proses kreatif mereka tidak selalu mudah. Namun dari dinamika tersebut lahir identitas musik yang berbeda dari band slamming kebanyakan.

Anomali Baru di Skena Metal Indonesia

Hexa mungkin bukan band untuk semua orang. Namun keberanian mereka mencampurkan slamming brutal death metal, trap, dan anime menunjukkan bahwa musik ekstrem masih bisa berevolusi.

Bagi pendengar yang mencari sesuatu yang lebih dari sekadar distorsi brutal, “Binding Vow” adalah pengalaman yang gelap, intens, dan adiktif.

Rekomendasi